Dari Pegawai Biasa ke Manajer: Perubahan Karier yang Bisa Kamu Lakukan

Dari Pegawai Biasa ke Manajer: Perubahan Karier yang Bisa Kamu Lakukan – Apakah kamu merasa terjebak dalam pekerjaan yang nggak ada masa depannya? Capek dengan gaji kecil dan jam kerja panjang? Bosan dengan rutinitas yang itu-itu saja? Pengen jadi orang yang memberi perintah daripada terus-terusan menerima perintah?
Kamu bisa mengubahnya! Asal kamu punya tekad yang kuat.
Coba lihat dua pilihan berikut, mana yang lebih cocok denganmu?
Pilihan Pertama: Tetap di Tempat, Tanpa Kemajuan
– Sering telat datang ke kerja, santai ngunyah permen karet.
– Penampilan nggak rapi, rambut berantakan, kuteks mengelupas, rok terlalu pendek.
– Cuma ketawa dan ngobrol seru sama teman-temannya.
– Malas berinteraksi sama pelanggan. Kalau ada yang tanya, jawabnya singkat: “Nggak tahu”atau “Kalau nggak ada di sana ya berarti nggak ada.”
– Nggak peduli sama pekerjaan, cari-cari alasan buat malas-malasan.
– Kerja sekadarnya aja, nggak pernah inisiatif. Lihat masalah tapi pura-pura nggak lihat. Misalnya, ada toples pecah dan isinya berantakan di lantai, tapi dia cuma lewat aja.
– Moody, suka ngeluh, dan nggak bisa diajak kerja sama. Selalu merasa hidup ini nggak adil.
– Bosnya nggak lihat ada potensi dalam dirinya, jadi nggak tertarik buat bantu dia berkembang. Akhirnya, kerjaannya tetap gitu-gitu aja, nggak ada kepuasan, dan pengen cepat-cepat keluar.
Hasil akhirnya? Pindah ke pekerjaan lain yang juga buntu, nggak ada masa depan.
Pilihan Kedua: Jalan Menuju Kesuksesan
– Datang kerja tepat waktu dengan penampilan rapi dan siap bekerja.
– Tahu aturan perusahaan soal pakaian dan perilaku, serta mengikutinya.
– Selalu sopan, ramah, dan profesional.
– Bikin pelanggan merasa dihargai, selalu berusaha membantu dan menyelesaikan masalah. Misalnya, kalau ada yang tanya, dia jawab: *”Saya tunjukkan lokasinya”* atau *”Barangnya habis, tapi saya bisa pesan untuk Anda.”*
– Punya rasa ingin tahu, bertanya tentang cara kerja perusahaan.
– Mau berbagi tanggung jawab, menawarkan bantuan ke rekan kerja saat diperlukan.
– Bangga dengan pekerjaannya dan selalu berusaha melakukan yang terbaik.
– Bisa melihat masalah sebelum terjadi dan segera mengambil tindakan yang tepat. Misalnya, kalau ada kaca pecah, dia langsung blokir area dan membersihkannya atau melaporkannya ke yang bertanggung jawab.
– Tetap bersikap profesional meskipun sedang ada masalah pribadi. Kalau ada kendala, dia langsung bicara ke atasan dan memberi solusi.
– Datang ke manajer, menyatakan keinginannya untuk berkembang di perusahaan, dan meminta kesempatan untuk pelatihan.
– Manajer melihat potensinya, lalu mengundangnya ikut program pelatihan manajer.
– Mulai naik jabatan, menjalani pelatihan kerja, dan akhirnya menjadi manajer.
– Mengelola tokonya sendiri.
Pilihan Ada di Tanganmu!
Apa yang kamu inginkan dalam hidup? Kesempatan itu diciptakan, bukan ditunggu. Kamu yang bertanggung jawab atas masa depanmu.
Kalau nggak puas dengan pekerjaanmu sekarang, pikirkan apa yang benar-benar kamu mau. Keputusan ada di tanganmu!