Cara Agar Self-Help Benar-Benar Membantu – Semua buku self-help itu oke sih, tapi nggak pernah berhasil buat aku
Ray lagi kesal.
“Semua buku self-help itu oke sih, tapi nggak pernah berhasil buat aku. Sama sekali,” katanya sambil melambaikan tangan dan mondar-mandir.
“Bahkan, biasanya malah bikin segalanya lebih buruk.”
Aku tanya, “Contohnya?”
“Ya, misalnya, aku lagi nganggur—kamu tahu kan?—dan aku buang-buang waktu dua bulan terakhir cuma buat afirmasi biar dapet kerja.” Dia duduk dengan lesu. “Padahal, mungkin bakal lebih berhasil kalau aku cari lowongan di koran atau datengin langsung agen pekerjaan.”
“Kamu nggak ngelakuin apa-apa buat cari kerja?” tanyaku.
“Nggak,” katanya hampir berteriak. “Aku nggak mau nyia-nyiain energi buat afirmasi. Kalau aku bertindak, berarti aku nggak percaya penuh, kan?”
Ray udah sering kayak gini.
Dulu, dia pernah cerita beli jimat keberuntungan mahal, sampai ratusan dolar. Katanya, pasti bakal berhasil. Tapi nggak berhasil juga. Dia kesal dan merasa ketipu.
Lain waktu, dia ikut kelas dari seorang guru motivasi baru. Gagal juga.
Sekarang, dia bilang nggak ngelakuin usaha apa pun selain afirmasi. Bahkan sengaja menghindari tindakan nyata.
Akhirnya, semua mengecewakan Ray. Nggak ada yang berhasil buat dia.
Pernah merasa seperti itu?
Mungkin kita nggak seekstrem Ray, tapi pasti ada momen di mana usaha terbaik kita nggak membuahkan hasil. Kita nggak tahu kenapa.
Jawabannya sederhana: semua yang terjadi atau nggak terjadi dalam hidup kita, penyebabnya ada dalam diri kita sendiri.
Kedengarannya abstrak? Mari kita pecah jadi bagian-bagian kecil yang lebih mudah dipahami.
Bagian 1: Apa yang Kita Pikirkan, Itu yang Kita Alami
Buddha pernah bilang.
Semua filsuf dan orang sukses di dunia juga bilang hal yang sama.
Pikiran kita menentukan kenyataan yang kita jalani.
Bagian 2: Berpikir Positif Bukan Cuma Mengulang Kata-Kata
Berpikir positif bukan cuma ngomongin afirmasi berulang-ulang.
Berpikir positif adalah ekspektasi kita tentang apa yang bakal terjadi nanti siang.
Ini tentang cara kita melihat diri sendiri, orang lain, dan dunia sekitar.
Kalau kita sering iri sama orang sukses atau meremehkan orang yang levelnya di bawah kita, itu bukan berpikir positif. Itu justru menandakan rasa kurang dan keterbatasan dalam diri kita.
Bagian 3: Kalau Kita Nggak Tahu Penyebab Kejadian dalam Hidup Kita, Berarti Kita Nggak Tahu Apa yang Kita Pikirkan
Gimana kita bisa mengendalikan hidup kalau bahkan nggak sadar dengan isi kepala sendiri?
Orang yang benar-benar paham dirinya bisa memilih pikiran, emosi, dan ekspektasi mereka, layaknya menekan tombol di remote TV. Mereka kelihatan punya kontrol penuh atas hidupnya.
Kita juga bisa belajar melakukan itu.
Caranya?
Lihat kehidupan kita saat ini. Itu adalah bukti nyata dari apa yang ada di pikiran kita selama ini.
Kalau nggak suka dengan apa yang kita lihat, jangan khawatir. Kita bisa mengubahnya.
Bagian 4: Terima Diri Sendiri, Termasuk Kelemahan Kita
Ray selalu berharap ada sesuatu atau seseorang yang bisa “menyelamatkan” dia. Dia nggak percaya sama kekuatannya sendiri.
Jadi, dia selalu mencari sesuatu di luar dirinya. Entah itu guru, jimat, atau teknik baru. Tapi karena dalam hati kecilnya dia nggak percaya bisa diselamatkan, semuanya selalu gagal.
Setiap kita pasti pernah begini. Susah banget buat ngakuin kekurangan diri sendiri.
Tapi kalau mau maju, kita harus berhenti mencari “kesalahan” dan mulai mengambil “tanggung jawab.”
Apa bedanya?
– Mencari kesalahan bikin kita nyalahin orang lain atau keadaan.
– Mengambil tanggung jawab berarti kita sadar kalau kita punya kendali atas hidup kita.
Bagian 5: Semua Orang Punya Kekuatan, Cuma Nggak Sadar
Ray sebenarnya punya kekuatan buat membentuk hidupnya. Tapi dia menggunakannya dengan cara yang salah—dengan terus berpikir bahwa kekuatan itu ada di luar sana.
Sekarang, gimana caranya biar self-help benar-benar membantu kita?
Langkah 1: Catat Apa yang Nggak Berjalan di Hidup Kita
Tulis semua hal dalam hidup yang nggak sesuai harapan.
Langkah 2: Bayangkan Kalau Semua Itu Bisa Kita Kendalikan
Luangkan 5-10 menit buat membayangkan kalau masalah-masalah itu bisa kita atasi. Rasakan perbedaannya.
Langkah 3: Lakukan Ini Secara Rutin
Jangan cuma sekali. Lakukan berkali-kali dan dengan semangat.
Langkah 4: Tindaklanjuti Intuisi yang Muncul
Setiap kali dapet ide atau firasat, langsung tulis dan coba lakukan. Jangan biarkan ketakutan menghalangi.
Langkah 5: Ambil Kendali atas Semua Hasil yang Kita Dapatkan
Apapun yang terjadi, katakan dalam hati:
“Ini semua hasil dari pilihan dan tindakan aku sendiri. Aku yang pegang kendali.”
Apakah Cara Ini Benar-Benar Bekerja?
Cara ini minimal bakal lebih baik dari yang selama ini kita lakukan. Dan kemungkinan besar, hasilnya bisa jauh lebih baik.
Kenapa?
Karena kita mulai memenuhi pikiran dengan hal-hal yang kita inginkan, emosi yang mendukung kita, dan ekspektasi bahwa hal-hal baik bisa terjadi dalam hidup kita.
Kita juga mulai mengendalikan apa yang terjadi di dalam kepala kita.
Dan ini adalah kunci utama.